Jembrana (DPOST) – Perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Nyepi di tahun 2025 ini kembali berdekatan seperti yang terjadi pada tahun tahun sebelumnya. Umat Hindu akan menjalankan rangkain Hari Nyepi yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka yang tahun ini jatuh pada 29 Maret 2025.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama, umat Islam akan merayakan Idul Fitri yang akan jatuh pada tanggal 30 atau 31 Maret 2025.
Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto menegaskan kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1446 H dan rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947 melalui Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Agung 2025 di GOR Kresna Jvara, Kamis (20/3/25).
“Apel Gelar Pasukan ini merupakan bentuk kesiapan kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dengan menjamin keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus mudik dan balik. Operasi ini akan dilaksanakan mulai tanggal 23 Maret hingga 8 April 2025, dengan mengedepankan pelayanan yang ramah, responsif, dan humanis,” kata Tri.
Bertindak sebagai Pimpinan Apel, Kapolres Jembrana mengatakan, Operasi Ketupat Agung 2025 merupakan bentuk sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait dalam memastikan keamanan serta kelancaran arus mudik dan balik selama perayaan Idul Fitri.
Pergerakan masyarakat selama libur Lebaran 2025 diperkirakan mencapai 146,48 juta orang, menurut keterangan dia, berbagai langkah strategis telah disiapkan, seperti rekayasa lalu lintas, peningkatan pos pengamanan, serta optimalisasi koordinasi lintas sektoral guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan dan kepadatan di jalur utama, termasuk Pelabuhan Gilimanuk.
Sementara untuk kegiatan penyebrangan di Pelabuhan Gilimanuk akan tutup selama 24 jam mulai tanggal 29 hingga 30 Maret saat Hari Raya Nyepi, sehingga pemudik diimbau menyesuaikan jadwal ataupun melakukan penyebrangan lebih awal.
“Menghindari terjebak Nyepi saat masih di jalan, dihimbau kepada pemudik yang menuju Jawa agar menyesuaikan jadwal keberangkatannya ataupun menyebrang lebih awal,” ujarnya.
Berpotensi terjadi penumpukan di jalan utama Denpasar Gilimanuk maupun di Pelabuhan Gilimanuk, kata dia, pembelian tiket kapal laut akan dihentikan sementara pada tanggal 29 Maret mulai pukul 03:00 Wita.
Disamping itu, sebagai pertimbangan pemudik untuk mengatur jadwal, menurut Tri, ada potensi macet saat pawai ogoh-ogoh yang akan menggunakan jalur utama Denpasar Gilimanuk.
Disisi lain, Dia mengingatkan jajarannya agar tidak hanya fokus pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
“Seluruh personel yang terlibat dalam operasi ini harus mengedepankan sikap humanis dalam bertugas. Tampilkan pelayanan yang ramah dan responsif, berikan edukasi kepada masyarakat terkait keselamatan berkendara, serta pastikan kesiapan rambu-rambu dan penerangan jalan untuk mengurangi risiko kecelakaan,” kata Kapolres.
Lebih lanjut, Tri Purwanto juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif, termasuk optimalisasi layanan call center 110 sebagai pusat informasi dan aduan masyarakat.
Bupati Jembrana Kembang Hartawan yang turut hadir dalam apel gelar pasukan ini menekankan pentingnya koordinasi antar instansi dalam memastikan kesiapan sarana transportasi dan keselamatan masyarakat selama musim mudik.
“Kita harus memastikan seluruh kendaraan operasional dapat berfungsi optimal. Dengan kesiapan yang baik, diharapkan pengamanan mudik tahun ini bisa berjalan lancar dan masyarakat merasa aman serta nyaman,” kata Kembang.
Terkait pawai ogoh-ogoh, Dia mengatakan, sesuai kesepakatan bersama yang ditandatangani organisasi keagamaan yang tergabung dalam FKUB, pawai ogoh-ogoh dibatasi hingga pukul 21:30 Wita.
“Forum Komunikasi Pimpinan Daerah ikut menandatangani kesepakatan tersebut, jadi meminta permakluman, kepada masyarakat Jembrana untuk menjaga situasi tetap kondusif,” ucap dia.***
(Made/Red)







